679 ABK Pesiar MS Westerdam, 415 Pengaduan Kasus ABK Hingga BP2MI Ajak 9 ABK ke Bareskrim

18
679 abk Pesiar MS Westerdam

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani berhasil membawa langsung 9 ABK eks Kapal milik perusahaan RRT Rongcheng Ocean Fishery Co.Ltd yang pulang ke Indonesia pada Jumat, 22 Mei 2020 lalu, dengan maskapai Airlines OZ 761 rute  Incheon-Jakarta. Ke-9 ABK tersebut  direkrut oleh PT Maritim Samudra Indonesia (MSI), PT Rimba Ciptaan Indah (RCI), dan PT Novarica Agatha Mandiri.

| Baca Juga : Terkait Pemulangan PMI, Ini Langkah dari KJRI Jeddah

“Sudah 3 agensi yang pertama di Bekasi, saya datangi langsung saat itu. Kedua ada dua agensi yang ternyata kantornya di Cilacap dan Sukabumi itu sudah tutup, tidak jelas mereka pindah ke mana, apakah pindah kantor? masih dalam penyelidikan kita,” ujarnya setelah menyelidiki tiga perusahaan yang dicurigai.

Mereka adalah anak-anak Indonesia yang mengalami tindak kekerasan, eksploitasi, mendapatkan jatah makanan minuman yang tidak layak yang diberikan pihak perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka bekerja sejak tanggal 13 Oktober 2019 hingga April 2020 dan memiliki kontrak kerja selama dua tahun (13 Oktober 2019 – 12 Oktober 2021).

Benny Rhamdani bersama 9 ABK

Adapun ke 9  ABK tersebut  yaitu :

  • Nugi Pangestu (Bandung, Jawa Barat)
  • Eko Abdurrachman, Rohman, dan Agung (Cirebon, Jawa Barat)
  • Aidul (Lampung Selatan, Lampung)
  • Arief Saefudin (Kediri, Jawa Timur)
  • Lasiran (Kebumen, Jawa Tengah)
  • David Malvino (Jakarta), dan
  • Erik (Palu, Sulawesi Tengah).

Benny menyatakan, karena ini sudah dengan dugaan pelanggaran hukum ada indikasi TPPO, tentu menjadi ranah dari pihak kepolisian. Karenanya ia menyerahkan data kasus sebanyak 415 Pekerja Migran Anak Buah Kapal (ABK) ke Bareskrim Polri di Jl. Trunojoyo No 3, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2020) sore. Ia menambahkan nantinya kasus ini bisa memberi efek jera bagi perusahaan ABK yang tidak sesuai aturan.

| Artikel terkait : Informasi Penerbangan bagi PMI Arab Saudi ke Tanah Air

Dari tahun 2018 hingga akhir  Mei 2020, terdapat  415 pengaduan ABK. Dari jumlah tersebut sebanyak  135 pengaduan ABK masih dalam proses penyelesaian, sedangkan pengaduan ABK yang sudah selesai terdapat  280 kasus. Sesuai data rekapitulasi pengaduan ABK yang tercatat di BP2MI.

Kepala BP2MI mengantarakan 9 ABK untuk memberikan pelaporan kasus dan bukti-bukti untuk dapat diproses secara pidana. Saat melakukan pelaporan Kepala BP2MI di dampingi Deputi Pelindungan BP2MI Anjar Prihantoro dan Direktur Pelayanan Pengaduan BP2MI R Wisantoro. Kepala BP2MI diterima oleh Brigjen Pol Zainal Arifin Paliwang, Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri.

Dari kasus-kasus yang di laporkan para ABK diantaranya gaji tidak dibayar, kecelakan kerja, meninggal dunia di negera tujuan, ABK ingin di pulangkan, penahanan paspor atau  dokumen  oleh Perusahan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), gagal berangkat, pemutusan hubungan kerja sebelum kontrak kerja berakhir, pekerjaan tidak sesuai kontrak kerja,  penipuan Peluang kerja dan lain-lain.

679 ABK Pesiar MS Westerdam

Sementara itu, UPT BP2MI DKI Jakarta kembali turut fasilitasi kepulangan 679 Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Pesiar MS Westerdam yang baru tiba di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (2/6). Mereka terdiri dari 634 ABK Laki-laki dan 45 ABK Wanita.

Para ABK tersebut berasal dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Batam, Gorontalo, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, Sulasewi Utara, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Setibanya di pelabuhan, para ABK langsung menjalani serangkaian protokol kesehatan COVID-19, seperti disemprot disinfektan, pengecekan suhu tubuh, dan tes swab (PCR).

Tidak hanya itu, barang bawaan para ABK juga diperiksa melalui mesin X-ray dan pemeriksaan oleh K-9/Anjing Pelacak Pom Lantamal III Jakarta. Kemudian mereka dibawa menuju hotel Grand Mercure Jakarta, Mercure Kemayoran Dan Novotel Jakarta yang telah disiapkan oleh pihak agency untuk menjalani isolasi mandiri.

Seperti penanganan kepulangan ABK sebelumnya, apabila hasil test positif Covid-19 maka mereka akan dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan apabila hasilnya dinyatakan negatif, maka mereka akan dipulangkan ke daerah asal untuk menjalani karatina mandiri di rumah masing-masing.

| Berita terkait : Kepulangan 39 ABK dari Fiji Difasilitasi oleh UPT BP2MI Jakarta, TNI AU dan Kemenlu

Proses kepulangan ABK dipimpin langsung Komandan Lantamal III Jakarta Brigadir Jenderal TNI (Mar),  Hermanto selaku Komandan Satuan Tugas yang didampingi oleh Perwakilan PWNI & BHI Kementerian Luar Negeri,  Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priuk, KSOP, Imigrasi, Bea Cukai dan UPT BP2MI DKI Jakarta.

Sampai saat ini, UPT BP2MI DKI Jakarta telah ikut fasilitasi total sebanyak 2.903 ABK dari Dermaga JICT 2 Tanjung Priok maupun dari Lanud Militer Halim Perdana Kusuma.

loading…