Jam Malam Diberlakukan Saudi Guna Mencegah Penyebaran Virus Corona

184

Pemberlakuan Jam Malam

Riyadh, 23 Maret 2020, Kantor Berita Arab Saudi (SPA). Demi membatasi penyebaran virus corona (Covid-19), Custodian Haramain, Raja Salman Bin bin Abdulaziz merilis dekrit pemberlakuan jam malam bagi warga dan ekspatriat di Saudi sebagai wujud perhatian beliau terhadap keselamatan dan kesehatan mereka.

| Baca Juga : Kebijakan Tambahan Pemerintah Indonesia Terkait Pencegahan Virus Corona.

Raja Salman
Custodian Haramain, Raja Salman Bin bin Abdulaziz

Secara rinci perintah tersebut sebagaimana berikut:

  1. Pemberlakuan jam malam, melarang bepergian keluar rumah dari 19.00 malam sampai dengan 06.00 pagi, mulai hari Senin malam, 28 Rajab 1441 H, bertepatan dengan 23 Maret 2020 M, selama 21 hari.
  2. Kementerian Dalam Negeri harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk menerapkan peraturan ini, dan semua otoritas sipil dan militer harus bekerja sama sepenuhnya dengan Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini.
  3. Jam malam dikecualikan untuk karyawan dari sektor vital dari sektor publik dan swasta. Yang pekerjaannya memerlukan kinerja berkelanjutan selama periode pencegahan. Seperti karyawan dari sektor keamanan, militer dan media, serta petugas di sektor kesehatan dan pelayanan yang sensitif, sebagaimana detailnya dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, serta kontrol yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

Kementerian dalam negri akan mengklarifikasi pengecualian jam malam, yaitu:

Pertama : Kegiatan vital yang dikecualikan dari penerapan jam malam.

  • Sektor makanan (tempat penjualan), seperti katering, supermarket, sayur, unggas, toko daging, toko roti, dan pabrik makanan.
  • Sektor kesehatan, seperti apotek, klinik medis, rumah sakit, laboratorium, pabrik peralatan dan bahan medis.
  • Sektor media dalam berbagai caranya.
  • Sektor transportasi, seperti pengangkutan barang, paket, bea cukai, gudang, layanan logistik, rantai pasokan sektor kesehatan dan makanan, dan operasi pelabuhan.
  • Kegiatan E-commerce, seperti yang bekerja dalam aplikasi pembelian elektronik dan aplikasi pengiriman untuk aktivitas yang dikecualikan.
  • Layanan akomodasi, seperti hotel dan apartemen berperabot.
  • Sektor energi, seperti stasiun bahan bakar dan layanan darurat Saudi Electricity Company.
  • Layanan keuangan dan sektor asuransi, seperti mengelola kecelakaan (Najm), layanan asuransi kesehatan mendesak (persetujuan), dan layanan asuransi lainnya.
  • Sektor telekomunikasi, seperti internet dan operator jaringan komunikasi.
  • Sektor air, seperti layanan darurat perusahaan air dan layanan pengiriman air minum rumahan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan yang dikecualikan, hubungi nomor bebas pulsa 999 di semua wilayah Kerajaan Arab Saudi, dan 911 untuk wilayah Makkah.

Kedua : Mengizinkan pergerakan selama jam malam untuk keamanan. Mobil militer dan kesehatan, kendaraan dinas pemerintah, serta kendaraan kegiatan yang tidak termasuk dalam item (Pertama).

Ketiga : Mengizinkan pengiriman makanan, kebutuhan obat-obatan, dan barang serta layanan penting lainnya. Melalui penggunaan aplikasi perangkat pintar (layanan pengiriman ekspres) selama jam malam.

| Baca Juga : KJRI Hongkong Bagikan Puluhan Ribu Masker Pada WNI.

Keempat : Kegiatan keagamaan para Muadzin mencapai masjid untuk melafalkan panggilan untuk shalat/adzan selama jam malam pada waktu shalat.

Kelima : Mengizinkan pekerja dalam misi diplomatik dan organisasi internasional. Serta penduduk kuartal diplomatik untuk bergerak selama jam malam dari dan ke tempat kerja mereka.

Dektrit ini termasuk perintah kepada seluruh warga. Supaya tetap tinggal di dalam rumahnya, terutama saat peberlakuan jam malam. dan tidak pergi kecuali dalam kasus-kasus kebutuhan mendesak pada periode di mana larangan tersebut tidak berlaku.

Di akhir rilis SPA, mengingatkan kepada semuanya agar mematuhi dan tidak melanggar ketetapan ini, guna menghindari resiko penyebaran pandemi ini.

Pemberlakuan Jam Malam di Arab Saudi