Jakarta, – Sebanyak 39 ABK (Anak Buah Kapal) perikanan dari Suva Fiji tiba di Landasan Udara Militer Halim Perdana Kusuma pada Sabtu (16/5/2020). para ABK perikanan tersebut berasal dari berbagai daerah di Indoesia seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, Lampung, Aceh, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan DKI Jakarta.

UPT BP2MI Jakarta Bersama TNI AU dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 39 ABK dari Fiji
UPT BP2MI Jakarta Bersama TNI AU dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 39 ABK dari Fiji

Mereka pulang ke Indonesia menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara yang sebelumnya membawa bantuan Kemanusian untuk Negara Fiji yang sedang terdampak bencana alam. Ke 39 ABK Perikanan ini dipulangkan oleh pihak Kementrian Luar Negeri.

“Pesawat Hercules C-130 seri A1318 milik TNI AU yang telah selesai melaksanakan misi kemanusian ke Fiji dan kembali ke tanah air dengan mengangkut 39 WNI mendarat di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma,” kata Kepala Bidang Penerangan Internasional Puspen TNI Kolonel Laut Agus Cahyono, Sabtu, 16 Mei 2020.

Agus mengatakan, awalnya pesawat itu ditugaskan untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban terdampak Siklon Harold. Namun saat hendak kembali, ada 39 WNI yang tak bisa pulang karena penerbangan di Fiji tutup hingga akhir Mei. Misi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk wujud kerja sama antara TNI, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Fiji, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) serta dukungan seluruh rakyat Indonesia.

Tony Wibawa, Kepala Sub Direktorat Kawasan IV dalam Kementrian Luar Negeri melakukan serah terima ke 39 ABK Perikanan tersebut kepada Kepala UPT BP2MI DKI Jakarta Mucharom Ashadi, disaksikan pula oleh perwakilan pihak Agency ABK kapal, setelah sebelumnya dilakukan rapid tes covid- 19 oleh Kementrian Kesehatan di Landasan Udara Militer Halim Perdana Kusuma, Selanjutnya ke 39 ABK Perikanan ini dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, untuk dilakukan karantina dan tes swab.

UPT BP2MI DKI Jakarta kemudian menyerahkan para ABK tersebut ke pihak KKP Kementrian Kesehatan yang diwakili oleh Dr Benget Saragih selaku Kasubdit Karantina Kementrian Kesehatan yang berada di Wisma Atlet. 

Setelah dilakukan tes swab dan menunggu hasilnya selama 2-3 hari mendatang, apabila para ABK tersebut dinyatakan negative covid-19 mereka diperbolehkan untuk kembali ke daerah  asal masing masing.