Pada bulan September 2021, ada sebuah video viral di sosial media facebook dan berasal dari sobat TKW yang bekerja di Erbil, Irak. Sebut saja Rokaya (usia 40 tahun) membuat video berisi permohonan agar Jokowi mau membantu memulangkannya dari Irak karena mengaku menderita sakit pada bagian leher dan mata sehingga tidak kuat lagi bekerja!

Kisah Rokaya, TKW Irak yang minta bantuan Presiden untuk dipulangkan ke Tanah Air.

Pengalaman Pahit di Irak

Rokaya menceritakan, selama 1 tahun bekerja di Arbil, Irak, ia merasa sangat tertekan.Meski dalam keadaan sakit, Rokaya tetap dipaksa bekerja, tidak ada hari libur maupun waktu istirahat. Saat itu, sembari menitikkan air mata dan muka pucat, Rokaya mengaku sudah tak tahan lagi dengan penyakit yang dideritanya dan tetap dipaksa untuk bekerja oleh majikan.

Dalam rekaman video itu, Rokaya berbicara dengan suara serak, meneteskan air mata, dan wajahnya pun pucat. Rokaya mengatakan, ia tidak tahan lagi dengan sakit yang dideritanya karena leher hingga kepalanya semua terasa sakit.

Sobat TKI Timur Tengah harus tau : Tentang Iqama : Syarat & Ketentuan Ijin Tinggal di Arab Saudi

Tindakan dari SBMI

Rekaman video tersebut pun diterima Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu.Keluarga TKW tersebut berharap, Rokaya bisa dipulangkan ke Indonesia, mengingat kondisinya yang mengkhawatirkan.

Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, belum dipastikan penyakit apa yang diderita Rokaya. Pasalnya, Rokaya tidak mendapat izin dari majikan untuk berobat. Selain merasakan sakit yang berlebih di bagian leher dan kepala, pada mata Rokaya pun mengalami gangguan.Banyak muncul bintik hitam dari penglihatannya.

“Untuk tindakan dari kita, pertama-tama kita akan mengamankan dahulu PMI tersebut dengan meminta bantuan ke pemerintah pusat agar dia bisa secepatnya diselamatkan dari majikan atau dipulangkan karena sakit parah,” ujar dia.

Rokaya juga sering mengalami sakit kepala yang teramat.Pihaknya pun akan mengupayakan agar Rokaya bisa secepatnya mendapat perawatan, termasuk upaya membantu pemulangannya ke Indonesia.SBMI juga berharap, Presiden Joko Widodo bisa mewujudkan keinginan Rokaya yang sangat ingin pulang ke Indonesia.

Keberangkatan Awal ke Irak

Rokaya sendiri diketahui berangkat ke Arbil, Irak pada 10 Januari 2021 lalu melalui sponsor bernama Saeni warga Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Selain itu, di Irak, Rokaya ternyata bekerja di dua majikan yang merupakan adik kakak. Gaji yang ia terima pun tak sesuai dengan yang di janjikan. Awalnya Rokaya dijanjikan mendapat gaji Rp 8 juta per bulan. Namun saat tiba di Irak, ia hanya menerima gaji Rp 4 juta per bulan.

Majikannya mangatakan jika ingin pulang, Rokaya harus membayar ganti rugi. Ini dikarenakan majikannya sudah membayar mahal untuk mendatangkan Rokaya ke Irak.

“Sudah sering ngomong minta dipulangkan sama majikannya, tapi majikan bilang beli kamu itu mahal, kalau kamu mau pulang harus bayar ganti rugi,” ujar Juwarih, Ketua SBMI Cabang Indramayu.

Proses Kepulangan ke Tanah Air

pada Jumat (7/1/2022), Rokaya, Pekerja Migran Indonesia atau TKW asal Kabupaten Indramayu akhirnya tiba di Indonesia.

TKW asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur tersebut pulang menaiki pesawat Turkish Airlines dari Arbil, Irak lalu transit di Bandara Istanbul, Turki dan tiba di Bandara Internasional Sorkarno-Hatta Jakarta.

Kemudian Rokaya tengah berada di Wisma Atlet Jakarta untuk menjalani karantina selama 7 hari.

Baca juga : BERAGAM KASUS TKW TIMUR TENGAH

“Alhamdulillah secara fisik, sekarang kondisinya baik,” ujar Juwarih, Sabtu (8/1/2022). Koordinator Dept Advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Juwarih mengatakan, setibanya di Indonesia kondisi kesehatan Rokaya sekarang ini sudah membaik setelah sebelumnya dikabarkan sakit di Arbil, Irak.

Rokaya pulang ke Indonesia dengan membeli tiket secara pribadi. Pihak majikan maupun agency enggan membiayai kepulangan Rokaya ke Indonesia. Pasalnya, Rokaya diketahui bekerja di Arbil, Irak hanya selama 1 tahun saja, atau tidak sesuai kontrak kerjanya yang semestinya bekerja selama 2 tahun.

“Tapi alhamdulillahnya, Rokaya tidak harus membayar denda, pihak KBRI saat itu melobi majikan agar Rokaya tidak harus bayar denda yang nominalnya itu sekitar Rp 50 juta,” ujar dia.

Kini, ia sudah tiba di rumahnya pada Kamis (13/1/2022) kemarin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Rokaya mengatakan, alasannya membuat rekaman video minta tolong itu karena sudah tidak kuat dengan kondisi kesehatannya tersebut.

Sisa Uang yang Dibawa

Rokaya pulang ke Indonesia hanya membawa uang Rp 4 ribu perak. Uang sisa hasil bekerjanya tersebut habis diminta agency untuk membeli tiket kepulangan Rokaya ke tanah air secara mandiri.

“Sisa gaji saya itu 800 dollar, uang itu diambil semua oleh agency buat beli tiket saya pulang,” ujar dia.

Dalam sebulannya, Rokaya hanya menerima 300 dollar sebulan, atau kurang dari perjanjian kerja yang seharusnya sekitar 500 dollar. Uang senilai 800 dollar itu padahal hasil kerjanya selama kurang lebih 3 bulan.

Setelah memberikan semua sisa uang gajinya itu, Rokaya mengaku tetap diminta uang tambahan. Pasalnya, menurut agency uang tersebut masih kurang untuk membeli tiket.

Pihak agency, kemudian meminta tambahan uang 100 dollar lagi. Saat itu, permintaan agency tidak dipenuhi Rokaya karena ia sudah tidak lagi memiliki uang. Uang Rp 4 ribu itu, kemudian disimpan Rokaya dan dibawa pulang ke Indonesia.

Pesan Sobat TKW

“Terima kasih banyak kepada semua pihak, kepada pemerintah, kepada SBMI, sudah membantu saya, saya senang sekali,” ujar Rokaya

Dalam hal ini, Rokaya juga mengingatkan kepada para Calon TKI atau TKW yang hendak bekerja ke luar negeri, sebaiknya melalui jalur resmi.

Ia tidak ingin, pengalaman yang dialaminya di Arbil, Irak kembali dialami oleh para TKW lainnya di Indonesia.

“Sekali-kali jangan pernah berangkat ke luar negeri lewat jalur unprosedural, saya berharap para calon TKI lainnya tidak mengalami nasib seperti yang saya alami,” ujar dia sekali lagi.

“Saya tidak mau lagi ke sana,” Rokaya menambahkan.