Kuwait (10 Juni 2020) – Pada hari Rabu, Menteri Perminyakan, Listrik & Air Kuwait, Khaled Al-Fadhel mengumumkan bahwa Kuwait tidak akan lagi mempekerjakan ekspatriat untuk pekerjaan di sektor minyaknya. Ia menambahkan warga negara non-Kuwait atau pekerja migran tidak akan direkrut pada Perusahaan Kuwait Petroleum Corp., produsen energi yang dikelola negara, dan anak perusahaan untuk 2020-2021.

Menteri Perminyakan Kuwait Khaled Al-Fadhel terlihat berpidato di depan sidang komite parlemen hari Rabu, 10 Juni 2020.
Menteri Perminyakan Kuwait Khaled Al-Fadhel terlihat berpidato di depan sidang komite parlemen hari Rabu, 10 Juni 2020.

Dalam sumpahnya kepada perusahaan minyak di Kuwait, ia juga bersedia tidak akan tinggal diam bilamana terjadi pemecatan pada pekerja Kuwait.

Pada era pandemi seperti sekarang ini, dampaknya mempengaruhi harga minyak juga kondisi ekonomi yang tidak stabil. Mengakibatkan adanya seruan untuk menasionalisasi sejumlah pekerjaan di Kuwait. Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan serupa yang telah diambil baru-baru ini untuk mengurangi ketergantungan pada pekerja asing.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Kuwait Sheikh Sabah Al Khalid Al-Sabah mengatakan Kuwait harus mengurangi populasi ekspatriat menjadi 30 persen dari 70 persen saat ini. Sekitar 3,34 juta dari 4,8 juta penduduk Kuwait merupakan warga negara asing dan 1,45 juta adalah warga Kuwait.

| Artikel terkait : Kuwait Tidak Akan Memperpanjang Pembatasan Jam Malam 24 Jam

Pada akhir bulan lalu, terjadi pemutusan kerja massal di Pemerintahan Daerah Kuwait yang mempekerjakan lebih dari 1.000 pekerja asing. Cabang administratif pemerintah pusat di Kota Kuwait itu telah memutuskan untuk memecat mereka.